Tinta update.com ,Bungo – Sebuah warung sembako milik Saparudin yang berada di Lorong Rajawali, Kelurahan Sungai Kerjan, Kabupaten Bungo, hangus terbakar pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.
Kebakaran tersebut menghebohkan warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan warung yang berukuran sekitar 4 x 6 meter. Warung yang sebagian besar terbuat dari material kayu itu tidak mampu bertahan saat kobaran api mulai membesar.
Salah seorang warga, Andre, mengatakan saat kejadian dirinya sedang melintas di lokasi dan melihat api sudah dalam kondisi membesar.
“Kami sedang melintas di jalan tersebut, tiba-tiba melihat api sudah membesar. Ada warga yang mencoba memadamkan menggunakan air dan ember,” ujarnya.
Meski warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, kobaran api terus membesar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Safrialdi Jas, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“di karena kobaran api semakin membesar dan berpotensi menjalar ke bangunan lain, warga kemudian menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo untuk meminta bantuan,” kata Safrialdi.
Kabi damkar menambah kan Mendapat laporan tersebut, UPT Damkar Kabupaten Bungo langsung menerjunkan Unit 09 dengan 10 personel serta Tim Rescue Peleton III yang berjumlah tiga personel untuk melakukan pemadaman, mitigasi, dan pendinginan di lokasi kejadian.
Berkat kerja sama antara petugas pemadam kebakaran dan warga setempat, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar 45 menit kemudian. Upaya tersebut berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menimbulkan kepanikan bagi keluarga pemilik warung dan warga sekitar.
Akibat kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai lebih dari Rp90 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
UPT Damkar Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan bahan atau peralatan yang mudah memicu api. Warga juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, selang dan regulator gas, serta menyediakan sarana proteksi kebakaran sederhana seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air di lingkungan permukiman. (Msn)





