Guru SD di Jujuhan Jadi Korban Pencurian, Tas Seharga Rp3 Juta Raib dari Dalam Mobil

MUARA BUNGO– Nasib malang menimpa Vovi Roslina, seorang tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 227 Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan. Ia menjadi korban pencurian saat sedang menjalankan tugas mengajar, setelah tas miliknya raib dibawa kabur pelaku dari dalam mobilnya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Vovi memarkirkan kendaraan minibus Honda Brio dengan nomor polisi BH 1798 KA di luar pagar sekolah. Saat itu, ia tengah berada di dalam kelas untuk mengajar siswa seperti biasa.

Kejadian baru disadari Vovi ketika ia hendak mengambil sesuatu dari dalam mobilnya. Ia terkejut melihat kaca samping bagian kanan kendaraan miliknya telah dalam kondisi pecah.

Bacaan Lainnya

“Saya lagi ngajar bang, hendak ada yang mau diambil dalam mobil, saya lihat kaca mobil saya pecah,” ungkap Vovi kepada media ini.

Setelah memeriksa kondisi di dalam mobil, Vovi semakin kaget karena tas kesayangannya yang bermerek Button dengan nilai sekitar Rp3 juta sudah tidak berada di tempatnya. Sementara barang-barang lain di dalam kendaraan masih utuh.

“Saya periksa, tas saya sudah lenyap. Barang-barang lain masih ada. Pelaku kabur bang,” lanjutnya.

Beruntung, menurut Vovi, tas utama yang berisi handphone dan barang penting lainnya tidak berada di dalam mobil saat kejadian. Tas tersebut dibawanya ke dalam kelas sehingga tidak ikut digondol pelaku.

“Kerugian saya mencapai sekitar Rp4 jutaan bang. Untung tas saya yang berisi HP dan lain-lain saya bawa ke dalam kelas, kalau tidak bisa ikut hilang juga,” tambahnya.

Diketahui, lokasi SDN 227 Sirih Sekapur berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera, yang cukup ramai dilalui kendaraan. Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya.

Atas kejadian tersebut, Vovi berencana melaporkan kasus pencurian yang menimpa dirinya ke Polsek Jujuhan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ia berharap pelaku dapat segera ditangkap dan kejadian serupa tidak terulang, khususnya di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para tenaga pendidik dan siswa.

Pos terkait