MUARA TEBO – Kapolsek Tebo Ilir, AKP Adha Fristianto S.H., M.H., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kecamatan Tebo Ilir, Cabang Tebo Pusat Madiun, Sabtu (9/5/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung di sekretariat ranting PSHT Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo tersebut digelar dalam rangka program Sabuk Kamtibmas Polsek Tebo Ilir, Polres Tebo. Silaturahmi ini menjadi upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Tebo Ilir Yanto, S.Pd., tokoh agama Daud A. Roni, Kanit Binmas Aiptu Ramliyani bersama Bhabinkamtibmas, Ketua Ranting PSHT Kecamatan Tebo Ilir Faturrohman, serta sekitar 10 orang warga PSHT Cabang Tebo Pusat Madiun.
Dalam sambutannya, AKP Adha Fristianto menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat kedekatan antara Polsek Tebo Ilir dengan keluarga besar PSHT di Kecamatan Tebo Ilir.
“Kami berharap silaturahmi ini menjadi kedekatan kami dengan organisasi PSHT Ranting Tebo Ilir. Dengan jumlah anggota sekitar 250 orang, kami berharap PSHT dapat berkembang dengan baik dan turut berpartisipasi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Tebo Ilir,” ujarnya.
Kapolsek juga menegaskan bahwa kedatangannya tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Ia berharap PSHT dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek turut menyampaikan pesan penting terkait makna Sabuk Kamtibmas. Menurutnya, atribut tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Pemakai sabuk ini adalah orang-orang yang dipercaya. Gunakan atribut ini bukan untuk menyombongkan diri atau bertindak sewenang-wenang, tetapi untuk membantu, menolong, dan menciptakan kedamaian,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota PSHT untuk memperkuat sinergi dengan Polsek Tebo Ilir, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Anggota PSHT diharapkan dapat menjadi mata dan telinga dalam menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan, kerawanan sosial, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, AKP Adha Fristianto meminta PSHT terus menunjukkan peran sebagai pelopor kedamaian.
“Perguruan silat harus menjadi benteng budaya dan kedamaian. Jadilah penengah jika ada perselisihan, bukan justru menjadi penyulut masalah,” pungkasnya.





