MUARA TEBO – Kapolsek Tebo Ilir AKP Adha Fristanto, SH., MH turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) pasca kenaikan harga BBM non subsidi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di SPBU 24.372.40 Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo.
Monitoring ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah dampak negatif akibat penyesuaian harga BBM non subsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026. Berdasarkan data terbaru, harga BBM mengalami perubahan, di antaranya Pertamax Turbo naik dari Rp13.100/liter menjadi Rp19.850/liter, Dexlite dari Rp14.200/liter menjadi Rp24.150/liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap Rp12.600/liter, Pertalite Rp10.000/liter, dan Solar Rp6.800/liter.
Dari hasil pengecekan di lapangan, situasi di wilayah Kecamatan Tebo Ilir terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya penyebaran flyer provokatif di media sosial maupun ajakan aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM. Selain itu, tidak terdapat antrean panjang atau fenomena panic buying di SPBU.
Kapolsek juga memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU Desa Kemantan dalam kondisi aman, dengan rincian Pertalite sebanyak 24.000 KL, Pertamax 16.000 KL, Dexlite 8.000 KL, dan Solar 16.000 KL. Hingga saat ini, tidak terpantau adanya peningkatan signifikan volume pembelian BBM oleh masyarakat.
AKP Adha Fristanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah yang harus disikapi dengan bijak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM. Stok di wilayah kita dipastikan aman dan terdistribusi dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan ketat dan patroli rutin di seluruh SPBU serta titik distribusi BBM di wilayah hukum Polsek Tebo Ilir. Tindakan tegas akan diberikan kepada oknum yang terbukti melakukan penimbunan, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET), maupun penyalahgunaan BBM subsidi.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan saling membantu, terutama bagi warga yang terdampak secara ekonomi akibat kenaikan harga BBM.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan saling peduli satu sama lain,” tutupnya. (Msn)





