MUARA BUNGO– Sebuah video yang menampilkan aksi pembakaran alat berat jenis excavator oleh sekelompok warga di Kabupaten Bungo beredar luas di media sosial pada Sabtu (15/11/2025). Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat dengan jelas kobaran api membakar satu unit excavator yang berada di area hutan dan diduga digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Aksi pembakaran itu terjadi di daerah Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo. Warga Kecamatan Bathin II Pelayang bersama masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang turun langsung ke lokasi setelah merasa resah dan geram atas maraknya aktivitas PETI yang tak kunjung berhenti, meskipun pemerintah daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) telah berulang kali memberikan peringatan.
“Habis lokasi satu ditemukan langsung dibakar,” ujar seorang pria dalam video yang merekam kondisi ekskavator saat dilalap api.
Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, terdapat sekitar 12 unit ekskavator yang beroperasi untuk PETI di kawasan tersebut. Namun, warga hanya berhasil membakar satu unit alat berat karena ekskavator lainnya kabur sebelum warga tiba di lokasi.
“Lokasinyo di daerah Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh. Disano itu ado sekitar 12 unit alat berat yang digunakan untuk PETI. Tapi cuma satu unit yang berhasil dibakar,” ungkap warga tersebut.
Warga Bathin II Pelayang dan masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang diketahui menyisir hulu Sungai Batang Tebo untuk mencari alat berat yang digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal tersebut. Namun upaya itu hanya menemukan satu unit ekskavator yang kemudian dibakar.
“Kejadian sekitar siang tadi, bang. Cuma satu unit yang berhasil ditemukan, sementara yang lain sekitar 11 unit berhasil kabur,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait aksi pembakaran tersebut. Namun, peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keresahan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan akibat PETI telah mencapai puncaknya, sehingga mendorong mereka mengambil tindakan tegas. (Msn)





