MUARA BUNGO– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, kebutuhan masyarakat akan gas elpiji 3 kg semakin meningkat. Namun, dalam sepekan terakhir, warga di wilayah Jujuhan dan juga Kota Muara Bungo mengalami kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kelangkaan ini terjadi di hampir seluruh pengecer di setiap dusun dan Kota Muara Bungo , yang tidak lagi menjual gas elpiji 3 kg karena tidak ada pasokan dari agen-agen penjual.
Akibat kelangkaan ini, harga gas elpiji 3 kg melonjak drastis di pasaran. Biasanya, harga gas ini berkisar Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per tabung, tetapi kini mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per tabung. Kenaikan harga ini semakin memberatkan masyarakat yang sangat bergantung pada gas elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Moyo, salah satu pengecer gas elpiji di Jujuhan Kabupaten Bungo, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini tidak hanya terjadi pada gas elpiji 3 kg, tetapi juga pada ukuran 12 kg.
“Betul, kami sudah sepekan ini tidak menjual gas elpiji ukuran 3 kg, begitu juga ukuran 12 kg, karena tidak ada pengiriman dari agen-agen penjual dari Dharmasraya dan Bungo,” ujar Moyo.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada sedikit stok yang tersisa, harga gas sudah naik menjadi Rp35 ribu per tabung karena keterbatasan pasokan.
“Kami berharap pemerintah segera turun ke dusun atau kecamatan untuk melakukan operasi pasar penjualan gas elpiji subsidi kepada masyarakat,” harapnya.
Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan ini agar harga gas elpiji dapat kembali normal. Jika kondisi ini terus berlanjut, masyarakat akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama dalam menyambut hari raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. (Msn)





