MUARA BUNGO– Kolaborasi antar daerah kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo, Pemerintah Kabupaten Kerinci, dan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Ketiga kepala daerah secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait dukungan operasional penerbangan maskapai Batik Air melalui Bandar Udara Muara Bungo.
Penandatanganan MoU berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (29/5/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.
Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembukaan rute baru Batik Air Muara Bungo–Jakarta (CGK) yang dijadwalkan melakukan penerbangan perdana pada 15 Juni 2026 mendatang.
Bagi masyarakat di wilayah barat Provinsi Jambi, kehadiran penerbangan harian Batik Air menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, layanan ini juga diharapkan mampu membuka akses pasar ekonomi, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, serta menarik investasi ke daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bungo H. Dedy Putra menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara merupakan langkah strategis untuk mendukung kemajuan daerah.
“Dalam rangka memperkuat pelayanan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional di wilayah barat Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo terus mendorong penguatan transportasi udara melalui Bandar Udara Muara Bungo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat telah dilayani oleh maskapai Nam Air dengan frekuensi penerbangan Muara Bungo–Jakarta sebanyak lima kali dalam seminggu. Dengan hadirnya Batik Air yang akan terbang setiap hari atau tujuh kali dalam sepekan, kapasitas layanan transportasi udara akan meningkat signifikan sekaligus memperkuat posisi Bandara Muara Bungo sebagai pusat konektivitas kawasan barat Jambi.
Dukungan penuh juga disampaikan Bupati Kerinci, Monadi. Menurutnya, penerbangan harian akan sangat membantu masyarakat Kerinci yang membutuhkan akses cepat menuju Jakarta.
“Kehadiran penerbangan setiap hari tentu akan sangat membantu mobilitas masyarakat, mempermudah akses wisatawan menuju Kerinci, serta membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas bagi daerah kita,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menilai kolaborasi tiga daerah ini merupakan langkah cerdas untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus mempertegas peran strategis Bandara Muara Bungo sebagai pintu gerbang transportasi udara utama di wilayah barat Jambi.
Dengan mulai beroperasinya Batik Air secara harian pertengahan Juni mendatang, masyarakat akan memiliki pilihan transportasi yang lebih mudah, nyaman, dan efisien. Kehadiran rute ini diyakini menjadi stimulus bagi pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, dan investasi.
Kolaborasi erat antara Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, dan Kota Sungai Penuh menjadi bukti bahwa pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat melalui sinergi dan visi yang sama demi kemajuan masyarakat di wilayah barat Provinsi Jambi. (Msn)





