Banjir di Jujuhan dan Jujuhan Ilir, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen

MUARA BUNGO – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Batang Asam, Sungai Jujuhan, dan Sungai Batang Hari meluap. Akibatnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir terdampak banjir, termasuk Desa Pulau Jelmu dan Dusun Kuamang.

 

Di Pulau Jelmu, air banjir mencapai ketinggian satu meter dan merendam beberapa rumah warga selama delapan jam. Namun, pada Jumat pagi (28/2), luapan air dari Sungai Jujuhan mulai surut, dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Bacaan Lainnya

 

Sementara itu, di Dusun Kuamang, Kecamatan Jujuhan Ilir, dampak banjir lebih parah terhadap sektor pertanian. Sekitar 20 hektare lahan jagung yang sudah berusia dua bulan dan 10 hektare sawah terendam banjir. Dipastikan tanaman tersebut gagal panen, menimbulkan kerugian besar bagi para petani.

 

“Iya benar, akibat luapan Sungai Batang Hari, 20 hektare lahan jagung dan 10 hektare sawah ikut terendam. Jagung sebenarnya sudah mendekati musim panen, tapi sekarang dipastikan gagal panen,” ujar Azri, warga Kuamang, saat ditemui media ini.

 

Azri memperkirakan kerugian akibat banjir ini mencapai Rp300 juta. Para petani kini berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban mereka pasca-banjir.

 

“Kami masyarakat Kuamang berharap ada bantuan dari pemerintah akibat musibah banjir ini,” tambah Azri.

 

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, baik terhadap pemukiman maupun sektor pertanian. Warga diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. (Msn)

Pos terkait