Perjuangan Panjang Suci Lestari, Anak yang kerja keras dan Tak putus asa disaat keterbatasan ekonomi  Lulus PNS di Bungo

MUARA BUNGO – Di balik satu nama yang tercantum dalam pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2025 di Kabupaten Bungo, tersimpan kisah perjuangan panjang penuh air mata, kerja keras, serta doa yang tak pernah putus. Sosok itu adalah Suci Lestari (26), anak bungsu dari lima bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana.

 

Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga yang setia mengurus keluarga. Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Suci untuk terus mengejar cita-citanya.

Bacaan Lainnya

Sejak kecil, Suci telah dididik dengan disiplin dan tanggung jawab. Ia dikenal sebagai anak yang rajin belajar. Saat menempuh pendidikan di SMP Negeri Muara Bungo, ia berhasil masuk kelas unggulan RSBI. Di masa itu, ia mulai mengasah kemampuan dengan mengikuti kursus bahasa Inggris serta belajar komputer, dibantu oleh keempat kakaknya yang merupakan lulusan bidang komputer.

 

Di saat sebagian teman seusianya menikmati masa remaja dengan bermain, Suci justru menghabiskan waktunya untuk belajar demi meraih impian. Tekad itu membawanya melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 2 Muara Bungo.

 

Perjalanan menuju perguruan tinggi pun tidak mudah. Saat mengikuti ujian masuk, Suci sempat merasakan kondisi yang kurang nyaman, mulai dari fasilitas ruang ujian yang kurang memadai hingga pencahayaan yang minim. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya. Ia terus berusaha hingga akhirnya diterima di Universitas Sriwijaya, Palembang, pada jurusan Teknik Informatika.

 

Selama kuliah, Suci mengandalkan beasiswa untuk bertahan. Bahkan, ia sempat menerima cibiran dari sebagian keluarga di Palembang yang meragukan kemampuannya karena latar belakang ekonomi orang tuanya. Meski demikian, ia memilih untuk tetap fokus dan membuktikan bahwa kerja keras akan membuahkan hasil.

 

Setelah lulus, Suci sempat bekerja di sebuah perusahaan software komputer di Jakarta selama tiga bulan. Ia kemudian pulang ke kampung halaman dan membantu usaha toko milik kakaknya selama tiga tahun.

 

Tidak berhenti sampai di situ, Suci mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi CPNS di Kabupaten Bungo. Usahanya membuahkan hasil gemilang. Ia berhasil meraih peringkat kedua dan ditempatkan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bungo dengan nilai yang sangat baik.

 

Dari total 132 orang yang dinyatakan lulus CPNS di Kabupaten Bungo, nama Suci Lestari menjadi salah satu bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

 

“Semua perjuangan itu indah pada waktunya,” ujar Suci penuh syukur. (Msn)

Pos terkait