Polsek Muko-Muko Bathin VII Gelar Penanaman Jagung Hibrida Dukung Swasembada Pangan 2025

MUARA BUNGO– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan tahun 2025, Polsek Muko-Muko Bathin VII bersama jajaran pemerintah kecamatan dan desa melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Hibrida Kuartal IV, Selasa (14/10/2025) pukul 09.00 WIB.

 

Kegiatan berlangsung di lahan milik BUMDUS Makmur Berjamaah, Desa Baru Pusat Jalo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo.

Bacaan Lainnya

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Muko-Muko Bathin VII IPTU M. Teguh Heriyanto, S.H., Camat Muko-Muko Bathin VII Septian Arifin, Anggota DPRD Kabupaten Bungo Komisi II Marhini Suganda, S.H., Datuk Rio Desa Baru Pusat Jalo Martunis, Ketua BPD Ronal, serta seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Muko-Muko Bathin VII.

(Kapolsek Polsek Muko Muko bathin VII lakukan penanaman jagung Hibrida bersama jajaran pemerintah daerah)

Kapolsek Muko-Muko Bathin VII IPTU M. Teguh Heriyanto, S.H. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program Ketahanan Pangan Asta Cita Presiden RI, khususnya pada sektor pertanian jagung. “Hari ini kita melaksanakan penanaman jagung hibrida di lahan milik BUMDUS Makmur Berjamaah dengan luas sekitar satu hektare, yang berada di bawah binaan dan pengawasan Bhabinkamtibmas Desa Baru Pusat Jalo,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan implementasi dari komitmen ‘Satu Desa Satu Hektare’ dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. “Kami bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa terus berkolaborasi agar sektor pertanian semakin maju dan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari hasil pertanian ini,” tambahnya.

 

Sementara itu, Camat Muko-Muko Bathin VII Septian Arifin mengapresiasi langkah Polsek dan BUMDUS setempat yang aktif mendorong petani dan masyarakat untuk ikut serta dalam program ketahanan pangan. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

 

Kegiatan penanaman jagung hibrida kuartal IV ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mendukung program swasembada pangan tahun 2025. (Msn)

Pos terkait