MUARA BUNGO— Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Bungo yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, terus menunjukkan eksistensinya meskipun berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dengan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Kepala SMAN 9 Bungo, Mohammad Cahyadi, S.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini, jumlah peserta didik baru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Betul, untuk angka penerimaan peserta didik baru di SMAN 9 Bungo tahun 2024 mencapai 94 orang, dan tahun ini hanya 77 orang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa fluktuasi jumlah peserta didik baru merupakan hal yang wajar, mengingat posisi sekolah yang berada di daerah perbatasan. Meski demikian, semangat untuk mencetak prestasi tidak surut.
Terbukti, 13 lulusan SMAN 9 Bungo tahun 2025 berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Sebanyak 11 orang diterima di Universitas Jambi (UNJA), satu orang di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, dan satu orang lainnya di UIN Imam Bonjol, Bukittinggi. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami di SMAN 9 Bungo,” tutur Mohammad Cahyadi.
Sementara itu, prestasi membanggakan juga datang dari SMAN 19 Bungo yang dipimpin oleh Zulfahmi, S.Pd. Sekolah yang berlokasi di Dusun Bukit Sari, Kecamatan Jujuhan Ilir ini mengirimkan delapan siswanya ke ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jambi.
“Kami sangat bangga pada siswa-siswa kami yang lolos sebagai peserta O2SN tingkat provinsi. Harapan kami, mereka dapat melaju hingga tingkat nasional,” kata Zulfahmi.
Kedua sekolah tersebut menunjukkan bahwa meskipun berada di wilayah pinggiran, semangat pendidikan dan prestasi tetap menyala. Dengan dukungan tenaga pendidik yang telah terverifikasi dan fasilitas pembelajaran yang memadai, SMAN 9 dan SMAN 19 Bungo terus melangkah maju mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (Msn)





