MUARA BUNGO – Antrian truk batu bara sepanjang 5 kilometer terjadi di Jalan Lintas Sumatera pasca pembatasan muatan lebih dari 20 ton. Situasi ini diperparah dengan sistem buka tutup yang diterapkan di KM 60 setelah jalan sempat terputus pada Minggu (2/3/2025) lalu.
Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) PUPR Provinsi Jambi telah membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara. Jembatan tersebut telah diuji coba pada hari ketiga, di mana kendaraan dengan muatan maksimal 20 ton diizinkan melanjutkan perjalanan. Namun, truk dengan muatan melebihi 20 ton, seperti truk batu bara, terpaksa berhenti dan parkir di sepanjang jalan hingga mencapai panjang antrian 5 kilometer.
Sistem buka tutup jalan ini dikendalikan oleh Satlantas Polres Bungo, Babinsa, serta masyarakat setempat. Petugas bekerja ekstra keras untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi kendaraan dengan muatan di bawah 20 ton. Pos buka tutup juga didirikan di titik terakhir antrian truk batu bara untuk mengatur lalu lintas dengan lebih efektif.
Edi, salah seorang warga setempat, mengungkapkan keprihatinannya terkait situasi ini. “Betul, sekarang antrian truk batu bara panjang sekali, mencapai 5 kilometer. Kalau lama belum dibangun box culvert, antrian akan makin bertambah. Kami berharap pihak Balai PUPR bisa segera memasang box culvert. Kalau kendaraan dengan muatan 20 ton, lancar dan tidak ada hambatan,” ujar Edi.
Hingga saat ini, pihak terkait terus berupaya mengatasi kemacetan yang terjadi. Namun, penyelesaian yang lebih permanen, seperti pemasangan box culvert, sangat diharapkan oleh warga untuk menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah di masa mendatang. (Msn)





