MUARA BUNGO – Pengerjaan pemasangan rangka jembatan belly di Jalan Nasional Lintas Sumatera KM 60, Tukum Dua, Sirih Sekapur, terus dikebut oleh pihak Balai PUPR.
Akses jalan antarprovinsi yang sempat terputus akibat longsor pada Minggu (2/3) lalu kini dalam tahap pembersihan dan perakitan jembatan darurat agar segera bisa dilalui kendaraan.
Pantauan di lokasi pada Selasa (4/3), tiga unit ekskavator salah satunya bantuan dari PT. KIM telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan membantu pemasangan rangka baja belly. Aktivitas di lapangan menunjukkan keseriusan pihak terkait dalam mempercepat proses perbaikan jalan yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan kendaraan lintas provinsi.
Masyarakat setempat berharap pengerjaan jembatan darurat ini dapat segera diselesaikan dalam pekan ini agar arus lalu lintas kembali normal. Salah seorang warga Sirih Sekapur, Ari, menyampaikan harapannya agar pemasangan jembatan belly dipercepat.
“Kami sangat berharap pengerjaan pemasangan rangka jembatan belly ini bisa lebih cepat. Ini sudah hari Selasa, kasihan kendaraan yang harus berputar jauh melewati jalan alternatif,” ungkap Ari kepada media.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah bus antar kota dan antar provinsi telah memilih jalur alternatif melalui jalan provinsi di Rantau Ikil via Sungai Rumbai. Perubahan jalur ini menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi masyarakat di sepanjang jalan alternatif, karena kendaraan besar seperti bus jarang melintas di daerah tersebut.
Pihak Balai PUPR terus berupaya mempercepat pengerjaan agar akses jalan nasional ini segera pulih. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, jembatan belly sudah bisa digunakan sehingga arus transportasi kembali normal tanpa harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Masyarakat berharap semua pihak yang terlibat dapat bekerja maksimal agar harapan mereka untuk kembali menikmati akses jalan yang lancar dapat segera terwujud. (Msn)





