MUARA BUNGO – Suasana libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, semakin semarak. Pada Sabtu (28/3/2026), lokasi wisata pemandian Batang Asam dipadati ratusan pengunjung dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan lomba pacu perahu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tanjung Belit sebagai bagian dari rangkaian perayaan Idul Fitri tahun ini. Lomba pacu perahu menjadi salah satu acara puncak yang paling dinantikan masyarakat.
Sebanyak lima tim perwakilan dari masing-masing RT turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Selain itu, peserta juga berasal dari kalangan pelajar hingga perwakilan perangkat dusun. Menariknya, pada tahun ini lomba pacu perahu menghadirkan nuansa berbeda karena untuk pertama kalinya digelar di kawasan wisata pemandian Batang Asam.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pagi hari. Ratusan warga dan pengunjung memadati area sekitar arena lomba. Bahkan, salah satu saung milik warga setempat, Jonri Yusren, dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya perlombaan dari lokasi yang strategis.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Ratusan pedagang UMKM turut meramaikan lokasi dengan menjajakan berbagai makanan, minuman, serta aneka dagangan lainnya kepada para pengunjung.
Rio (Kepala Dusun) Tanjung Belit, Mahyudin, menyampaikan bahwa lomba pacu perahu merupakan bagian dari puncak perayaan Idul Fitri tahun ini. Sebelumnya, panitia PHBI telah menggelar berbagai kegiatan lain, seperti lomba cabang keagamaan, pertandingan sepak bola, bola voli, dan kegiatan olahraga lainnya.
“Betul, pada puncak acara Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H ini, panitia PHBI Tanjung Belit mengadakan lomba pacu perahu. Sebelumnya juga sudah dilaksanakan berbagai lomba keagamaan dan olahraga,” ujar Mahyudin.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang mampu menghibur masyarakat. Menurutnya, hal yang paling menarik pada lomba pacu perahu tahun ini adalah adanya partisipasi dari kaum perempuan sebagai perwakilan masing-masing RT.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Yang lebih menarik, peserta pacu perahu juga ada dari kaum perempuan dari setiap RT di Tanjung Belit,” tambahnya.
Kemeriahan lomba pacu perahu ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjadi daya tarik wisata lokal di momen libur Lebaran. (azh)





