Pengerjaan Gorong-Gorong di Jalan Lintas Sumatera Sebabkan Kemacetan 3 KM, Warga Keluhkan Minimnya Pengaturan Lalu Lintas

MUARA BUNGO – Sejak terjadinya longsor pada tahun 2024 lalu, pembangunan beton turap tebing di Jalan Lintas Sumatera terus dilakukan untuk memulihkan kondisi jalan nasional tersebut. Namun, pada Rabu (13/8/2025), pihak pemborong mulai mengerjakan tahap penggalian gorong-gorong yang memotong badan jalan.

 

Pekerjaan ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu parah. Kendaraan dari kedua arah terpaksa melambat dan menunggu giliran melintas, mengakibatkan kemacetan panjang hingga mencapai tiga kilometer. Situasi ini diperparah dengan ketiadaan petugas resmi yang mengatur lalu lintas di lokasi.

Bacaan Lainnya

 

Sejumlah pengendara mengeluh atas kondisi ini. “Iya bang, saya ke Bungo dari Dharmasraya terjebak macet sampai 3 km. Kami berharap pihak terkait bisa mengatur kemacetan ini, dan juga pihak pemborong pembangunan turap tebing longsoran bisa menyelesaikan pekerjaan secepatnya, mengingat ini jalan nasional,” ungkap Heri, seorang sopir yang ikut terjebak kemacetan.

 

Hingga Kamis (14/8/2025), kemacetan masih terjadi. Akses jalan yang seharusnya menjadi jalur utama antarprovinsi ini tidak berjalan lancar, membuat waktu tempuh pengendara menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Tidak hanya sopir truk dan bus antarkota yang dirugikan, pengguna jalan pribadi pun merasakan dampak kemacetan ini.

 

Yang cukup memprihatinkan, hingga hari kedua kemacetan belum terlihat adanya petugas dari dinas perhubungan, kepolisian, atau pihak pemborong yang turun langsung untuk mengatur arus kendaraan. Justru, masyarakat setempat secara swadaya berinisiatif menerapkan sistem buka-tutup jalur agar antrean kendaraan tidak semakin memanjang.

 

Warga berharap pihak terkait segera bertindak. Selain mempercepat pengerjaan proyek, pengaturan lalu lintas dinilai sangat penting untuk menghindari kemacetan parah yang merugikan banyak pihak. Jalan Lintas Sumatera merupakan salah satu urat nadi transportasi utama di Pulau Sumatera, sehingga setiap hambatan berdampak langsung pada mobilitas barang dan orang.

 

Pembangunan infrastruktur memang diperlukan untuk keamanan dan kelancaran transportasi jangka panjang. Namun, tanpa manajemen lalu lintas yang baik selama proses pengerjaan, dampak negatif seperti kemacetan panjang akan terus membebani masyarakat. (Msn)

Pos terkait