MUARA BUNGO – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem sungai, Pemerintah Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, meluncurkan program penebaran benih ikan di Lubuk Larangan Sungai Jujuhan, Selasa (13/5/2025). Sebanyak 3000 ekor benih ikan semah dan gurami dilepaskan secara simbolis di kawasan lubuk larangan Dusun Induk Sirih Sekapur.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rio Dusun Sirih Sekapur, Antoni Nuzerman, dan turut dihadiri oleh Babhinkamtibmas Polsek Jujuhan, seluruh perangkat dusun, Badan Permusyawaratan Dusun (BPD), pegawai sarak, serta masyarakat setempat. Sebelum acara penebaran benih dimulai, kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin sebagai bentuk doa dan harapan atas kelestarian lubuk larangan dan keberhasilan program ini.
“Betul, kami Pemerintahan Dusun Sirih Sekapur pada hari Selasa, 13 Mei 2025, melakukan penebaran benih ikan di Lubuk Larangan Sungai Jujuhan dari batas Ujung Tanjung sampai Lubuk Lesung. Nanti setelah tiga tahun, lubuk ini akan dibuka,” ujar Antoni Nuzerman.
Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan dusun dan pelestarian budaya lokal lubuk larangan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga ekosistem hayati sungai dan mendukung upaya penanggulangan stunting melalui peningkatan konsumsi protein hewani dari ikan lokal.
Sebelumnya, Pemerintah Dusun Sirih Sekapur juga telah melakukan penebaran benih ikan di kawasan Lubuk Larangan Sungai Jujuhan wilayah Tukum Satu. Diharapkan benih ikan semah dan gurami yang ditabur dapat berkembang biak dengan baik selama masa pelarangan, sehingga saat dibuka nanti dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Semoga bibit ikan semah dan gurami yang kami tabur hari ini bisa berkembang biak dan menjadi sumber pangan bergizi bagi masyarakat di masa mendatang,” harap Antoni.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Dusun Sirih Sekapur berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya sungai sebagai sumber kehidupan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan. (Msn)





