MUARA BUNGO – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 66 Simpang 4 Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu tersebut viral setelah muncul unggahan di salah satu grup Facebook “Bungo Bebas Bicara” yang menyebut nama seorang oknum guru agama berinisial Suriani, S.Pd.I.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah langsung bergerak cepat. Saat awak media mendatangi SDN 66 pada Rabu (2/4/2026) untuk melakukan konfirmasi, pihak sekolah menggelar pertemuan bersama wali murid, guru yang bersangkutan, kepala sekolah, serta komite sekolah guna memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar.
Kepala sekolah saat itu, Amris, yang menjabat pada tahun 2025, menegaskan bahwa tidak pernah ada praktik pungutan terhadap dana bantuan tersebut. Ia menyebut bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kami tidak ada sama sekali melakukan pungutan. Itu merupakan pemberian sukarela dari pihak wali murid kepada sekolah. Kami juga kaget kenapa bisa muncul tudingan seperti itu di media sosial,” ujar Amris didampingi pihak komite dan sejumlah wali murid.
Hal senada juga disampaikan oleh Mawi, salah satu wali murid penerima bantuan PIP di sekolah tersebut. Ia bersama beberapa orang tua lainnya menyatakan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam pemberian tersebut.
“Terkait berita yang viral di grup Bungo Bebas Bicara, kami ingin mengklarifikasi bahwa itu tidak benar. Tidak ada paksaan terhadap kami. Kami ikhlas memberikan kepada pihak sekolah,” ujar Mawi.
Para wali murid lainnya yang hadir dalam pertemuan itu juga menyampaikan hal serupa. Mereka menegaskan bahwa bantuan yang diberikan murni atas dasar kerelaan, bukan karena adanya tekanan atau kewajiban dari pihak sekolah maupun guru yang disebutkan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak sekolah maupun individu yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dugaan pungli tersebut kepada pihak berwenang. Pihak sekolah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta melakukan konfirmasi sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut. (Msn)





