MUARA BUNGO –Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan impor beras pada tahun 2025. Keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia meningkatkan produksi dalam negeri serta memberdayakan petani lokal dalam memenuhi kebutuhan cadangan beras nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Di tingkat daerah, ketahanan stok beras tercatat dalam kondisi sangat baik. Pemimpin BULOG Kantor Cabang Muara Bungo, Ichsan Nurul Hakim, mengungkapkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai sekitar 4.668 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga April 2026 di wilayah kerja KC Muara Bungo.
Pernyataan ini disampaikan Ichsan saat menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng. Menurutnya, proses distribusi bantuan tersebut ditargetkan selesai 100 persen pada minggu ini. “Ketersediaan stok yang kuat menjadi bukti kesiapan Bulog dalam menjaga kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam keterangan tertulis, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan bahwa Bulog berkomitmen penuh menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan stok yang optimal dan distribusi yang tepat waktu. Menurut Rizal, koordinasi yang solid di seluruh lini menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan beras tetap aman di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan cadangan beras pemerintah yang sangat mencukupi dan jaringan logistik yang siap mendukung penyaluran hingga ke daerah terluar, kami memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan aman, stabil, dan terjangkau,” tegasnya.
Keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi Bulog dalam memperkuat manajemen logistik, meningkatkan kesiapan distribusi, serta memastikan kecukupan stok di titik-titik suplai prioritas. Optimalisasi pergerakan stok antarwilayah juga terus dilakukan, sehingga daerah pesisir, perbatasan, dan kepulauan tetap memperoleh pasokan yang memadai.
Kebijakan tanpa impor beras pada 2025 sekaligus menunjukkan keyakinan pemerintah dan Bulog terhadap potensi produksi petani Indonesia. Dengan dukungan distribusi yang lancar dan stok nasional yang kuat, langkah menuju swasembada pangan semakin realistis dan berkelanjutan. (Msn)





