Tintaupdate.com,Bungo -Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo, tepatnya di Kelurahan Pasir Putih, RT 16/RW 05, Jalan Darma Bakti, Kecamatan Rimbo Tengah, Sabtu (25/4/2026).
Kabid damkar Kabupaten Bungo safrialdi jas saat dikonfirmasi mengatakan iya membenarkan kejadian kebakaran tersebut menimpa sebuah bangsal kayu milik warga bernama Yanto yang diduga difungsikan sebagai gudang penyimpanan.
“Selain bangunan, api juga menghanguskan satu unit mobil pengangkut kayu yang berada di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp150 juta. ” Ungkap safrialdi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kebakaran pertama kali diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran pada pukul 10.10 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh warga setempat, Martunis, yang datang langsung ke Pos Komando (Mako) Damkar untuk melaporkan kejadian yang tengah berlangsung.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Pemadam Kebakaran dari Pos Mako segera bergerak menuju lokasi. Regu yang diturunkan adalah Tim Rescue Peleton III di bawah komando Danton III, Jaasri.
Jaasri menjelaskan, setelah menerima laporan, petugas langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 10.15 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap bangunan bangsal serta kendaraan yang biasa digunakan pemilik untuk mengangkut kayu.
“Petugas langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi. Api sudah cukup besar karena material bangunan yang didominasi kayu,” ujar Jaasri.
Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung cukup intens mengingat bahan bangunan yang mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api. Petugas berjibaku selama kurang dari dua jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp150 juta karena dua bangsal kayu dan satu unit mobil hangus terbakar,” ungkapnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Jaasri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan dasar kayu yang mudah terbakar.





