MUARA BUNGO – BRI Hadir sangat membantu masyarakat terutama Program Keluarga Harapan (PKH) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk Isnania, seorang pemotong pohon karet asal Dusun Tanjung Agung, Kabupaten Bungo Saat dijumpai dirumah nya pada Minggu (29/3/2026)
Dengan penghasilan yang tidak menentu, bantuan ini menjadi tumpuan penting bagi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
Isnania mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan PKH yang disalurkan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah anak seperti baju dan buku. “Alhamdulillah bantuan PKH ini sangat membantu kami, terutama untuk biaya sekolah anak. Pendapatan kami sebagai pemotong karet tidak tentu, kadang sedikit, kadang harus dibagi dua, apalagi saat harga karet turun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengambilan bantuan kini jauh lebih mudah berkat fasilitas ATM BRI yang bisa digunakan di BRI Link terdekat. Hal ini membuat warga di daerah terpencil tidak perlu lagi pergi jauh ke Kantor Cabang BRI Bungo. “Mengambil bantuan lewat ATM Bank BRI sangat memudahkan. Kami bisa langsung ke BRI Link terdekat tanpa harus ke kota,” ungkapnya.
Kemudahan tersebut menurut Isnania sangat berarti, terutama bagi warga desa yang kesulitan mengakses layanan perbankan. Ia menuturkan bahwa bantuan PKH yang diterima setiap tiga bulan sekali sangat membantu meringankan kebutuhan keluarga. “Alhamdulillah, kapan saja butuh biaya mendadak, terutama untuk sekolah anak, tinggal ambil di ATM. Tidak perlu antri lama dan tidak jauh dari desa,” tambahnya.
Isnania berharap agar BRI terus meningkatkan layanan perbankan hingga ke pelosok desa, sehingga masyarakat semakin mudah menerima bantuan pemerintah. Ia juga berharap program PKH tetap berjalan lancar dan berkelanjutan. “Semoga BRI makin maju ke depannya dan bantuan PKH tetap lancar, karena sangat membantu kami masyarakat kecil,” harapnya.
Program PKH yang disalurkan melalui Bank BRI menjadi bukti nyata dukungan BRI dan pemerintah pusat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan kemudahan layanan perbankan hingga tingkat desa, bantuan diharapkan tepat sasaran dan lebih mudah diakses oleh warga yang membutuhkan. (Msn)





