Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Puluhan Rumah di Jujuhan dan Jujuhan Ilir

MUARA BUNGO– Curah hujan yang tinggi sejak Senin (29/12/2025) hingga Selasa (30/12/2025) mengguyur wilayah Kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo. Akibatnya, debit air Sungai Batang Asam dan Sungai Jujuhan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 2 meter, bahkan di beberapa titik mencapai 3 meter.

 

Luapan Sungai Jujuhan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Di Dusun Pulau Jelamu, sebanyak 20 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter. Tidak hanya merendam permukiman, banjir juga menggenangi jalan kabupaten sehingga akses antar dusun lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bacaan Lainnya

 

Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Pangean Ujung Tanjung. Luapan Sungai Pangean menyebabkan beberapa rumah warga ikut terendam banjir. Hingga Selasa pagi, warga di Pulau Jelamu, Baru Balai Panjang, dan Tanjung Belit masih terisolasi karena jalan kabupaten di Pulau Jelamu masih digenangi air banjir.

 

Babinsa Pos Koramil Jujuhan, Sertu Afrizal, mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman warga pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. “Debit air sudah mulai masuk ke pemukiman warga. Kami bersama warga langsung mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 20 rumah warga RT 04 Pulau Jelamu terdampak banjir. Meski demikian, kondisi air perlahan mulai menyusut. “Akses transportasi saat ini masih lumpuh total. Alternatif jalan bisa melalui KM 44 via Talang Silungko atau jalan pinggir, namun kondisinya licin dan berisiko,” ungkap Sertu Afrizal.

 

Sementara itu, Tomrizal, salah seorang warga Pulau Jelamu, berharap adanya bantuan dari berbagai pihak. Ia menyebutkan warga sangat membutuhkan bantuan bahan makanan. “Saat ini kami sangat butuh bantuan bahan makanan karena rumah warga terendam banjir, sehingga tidak bisa memasak. Harapan kami ada bantuan dari berbagai pihak,” tutup Tomrizal.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bersiaga menunggu air benar-benar surut dan berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait. (Msn)

Pos terkait