Muara Bungo – Polsek Kota Muara Bungo bersama Forkopimcam Bungo Dani menggelar kegiatan sosialisasi bahaya judi online pada Selasa 15 April 2025, pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 4 Sungai Terjan, Kecamatan Bungo Dani, sebagai upaya pencegahan dini terhadap maraknya praktik judi online di kalangan pelajar.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Kapolsek Muara Bungo yang diwakili oleh Kanit Binmas Aiptu Erwin Ritonga, Camat Bungo Bathin III Zanawer, Wakil Ketua Bungo Dani, Kepala Sekolah SMP Negeri 4, Babinkamtibmas, serta Babinsa setempat.
Kapolsek Muara Bungo, AKP Adha Fristanto, S.H., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk menekan angka keterlibatan remaja dalam judi online yang belakangan ini makin mengkhawatirkan.
“Pencegahan judi online bukan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab kepolisian saja. Ini adalah tanggung jawab bersama semua pihak, baik dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat,” ujar AKP Adha.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara semua elemen masyarakat untuk memberikan pemahaman serta edukasi kepada generasi muda mengenai dampak negatif dari judi online. Menurutnya, keterlibatan remaja dalam praktik ilegal ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi merusak masa depan mereka.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan penjelasan tentang jenis-jenis judi online, modus yang digunakan pelaku untuk menjaring korban, serta sanksi hukum yang mengintai jika terlibat. Selain itu, para pelajar juga diajak berdialog langsung dan diberikan kesempatan untuk bertanya agar lebih memahami ancaman dari judi digital yang kini mudah diakses melalui ponsel pintar.
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. “Kami sebagai pihak sekolah sangat mendukung upaya ini. Edukasi seperti ini sangat penting agar siswa memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta disambut antusias oleh para siswa dan guru. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif judi online. (Msn)





