MUARA BUNGO, Tinta update.com-Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo memastikan ketersediaan daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi aman menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan bahan pangan hewani saat hari besar keagamaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo, Drs. Toto Tohirudin, melalui Kepala Bidang Peternakan Kasianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan pemantauan stok sejak dini.
“Kami sudah mendata ketersediaan untuk bulan Ramadan. Insyaallah mencukupi dan dalam kondisi aman,” ujar Kasianto saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, ketersediaan sapi potong tercatat sebanyak 393 ekor yang tersebar di pedagang, peternak, serta kelompok tani binaan. Sementara itu, stok ayam pedaging mencapai 485.870 ekor dan ketersediaan telur ayam tercatat sebanyak 9.620.537 kilogram yang siap didistribusikan oleh para distributor menjelang Ramadan dan Lebaran.
Kasianto menjelaskan, tren peningkatan konsumsi daging dan telur biasanya terjadi sekitar satu minggu sebelum Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski demikian, pihaknya memastikan stok yang tersedia masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bungo.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, apabila masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan distribusi berjalan normal, maka stabilitas pasokan akan tetap terjaga.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir. Jika membeli sesuai kebutuhan, baik saat Ramadan maupun Idulfitri 1447H , stok daging sapi, ayam, dan telur di Kabupaten Bungo tetap aman,” tegasnya.
Terkait potensi kenaikan harga, Kasianto menyebut hal tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan. Namun, kenaikan harga diperkirakan masih dalam batas wajar dan terjangkau.
“Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan adalah hal yang wajar. Namun, jika masyarakat berbelanja secara bijak, kenaikan harga tidak akan signifikan,” pungkasnya. (Msn)





